Polisi Lekas Pastikan Status Pria Pemerkosa Anak Angkat yang Direkam Istri

Pasangan suami istri (pasutri) yang dikira melaksanakan pelecehan seksual pada seseorang wanita di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) , belum diputuskan jadi terduga. Status keduanya bakal diputuskan polisi pada sore hari kelak. ” Kelak kita bakal gelar masalah kelak sore. Anggota saat ini tengah singgahi TKP coba dimatangkan dengan mendatangi TKP buat sesuai dengan info yang udah diterima semua. Seusai kita gelar masalah, status kita pastikan, ” kata Kapolres Bima AKBP Haryo Tejo Wicaksono kala diminta respon, Sabtu (18/1/2020) .

Polisi udah periksa tujuh orang saksi berkaitan perkara ini. Tidak cuman pasutri, polisi periksa orang-tua serta sobat korban. AKBP Haryo mengemukakan ini hari faksinya mendatangi ke TKP buat lengkapi bukti-bukti. ” Gelar masalah awal, tindak pidana ada semua. Kita optimis dahulu, ini sore kita lihat seperti apa. Bila pernyataan pasutrinya itu cuma tahun yang kemarin, bermakna yang terkait bila tahun tempo hari itu udah dewasa. Disana kita bakal ke TKP, ” kata ia.

Perkara ini terkuak seusai kakak kandung korban ke Polres Bima Kota. Kasat Reskrim Polres Bima Iptu Hilmi Manossoh Prayugo mengemukakan korban mengakui memperoleh perbuatan itu sejak mulai 6 tahun yang silam atau pada 2014 disaat masih duduk di kursi SMP. Kala itu korban yang masih berusia 15 tahun diberikan orang tuanya buat tinggal dalam rumah pasutri itu saat ujian akhir. Korban diberikan ke rumah AM lantaran jarak di antara rumah orang-tua korban serta sekolah jauh dan mesti melintasi laut.

Baca juga : Zuraida Hanum Sempat Tidur Dengan Jasad PN Medan

” Lantaran korbannya mengakui dicabuli saat waktu dibawah usia, namun kala bikin laporan usianya saat ini udah dewasa. Itu yang terus kita dalami. Nantikan saja prosedurnya, ” kata Hilmi, Kamis (16/1) . AM dikira mengintimidasi korban setiap waktu bakal melaksanakan perbuatan bejatnya. AM sendiri mengakui udah lima kali memerkosa korban. AM mengemukakan perbuatan bejatnya itu dilaksanakan di dua tempat, ialah di satu diantara rumah kosong di Desa Kurujanga, Kecamatan Langgudu, serta di tempat tinggalnya sendiri yang bertempat di Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. AM menghalau dirinya sendiri sempat memperkosa anak angkatnya saat waktu SMP pada 2014.

AM pun mengaku kalau istrinya merekam perbuatan bejatnya. Akan tetapi, diakui dia gak tahu siapa yang sebarkan video itu. ” Sangkaan saya melaksanakan itu sejak mulai tahun 2014 itu yaitu fitnah, cuma di tahun 2019 saja serta bab saya mengancamnya tidak juga benar, ” kata AM di Polres Bima, tempo hari.