Ini Keterangan Pelaksana Project Berkaitan Tuduhan Mengakibatkan Kerusakan Rimba Lawu

Pembukaan tempat untuk usaha warung kopi di lokasi rimba di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, dihetikan sebab dipandang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Faksi pelaksana project beralasan, penebangan pohon dikerjakan untuk fakta keselamatan pekerja. Suwarto, pelaksana project pembangunan tempat wisata, adalah satu diantara tujuh saksi yang sudah dicheck Satreskrim Polres Karanganyar. Dianya menjelaskan, ketetapan untuk menebang pohon adalah inisiatifnya sendiri.

“Waktu itu turun hujan lebat. Ada empat pekerja saya yang sedang kerja di tempat. Saya lihat kanan kiri (pohon) telah dikeruk. Saya takut jika sampai ambruk mengarah pekerja,” katanya pada fam-online.org, Sabtu (11/1/2020). Suwarto selanjutnya memerintah pada operator ekskavator untuk menjatuhkan pohon itu. Proses perobohan pohon ini nyatanya viral di sosial media yang berbuntut dihentikannya project pembangunan tempat itu.

Baca juga : INTEL Gunakan Chipset Sebesar Tangan Untuk Proses Komputer Raksasa

“Masalah pengembang untuk tebangi pohon memang tidak dibolehkan. Hanya sebab keadaannya membahayakan, saya memiliki ide sendiri mengambil aksi. Jika sampai ambruk kan saya cemas sama pekerja saya. Cuma (menebang) satu pohon,” kata Suwarto. Sesaat berkaitan pemakaian alat berat, yang terakhir didapati menyalahi ketentuan kerja sama dengan Perhutani. Suwarto menjelaskan faksi pengembang belum pernah memberi instruksi detil pada dianya.

“Yang pasti saya dipasrahi untuk buat jalan masuk serta ruang parkir. Berkaitan pemakaian backhoe (ekskavator), ini jika ditangani manual jelas tidak kemungkinan jadi,” terangnya. Masalah ini sendiri masih juga dalam proses penyidikan oleh faksi Satreskrim Polres Karanganyar.