Air Asin Bersatu Minyak Dari Sawah Digunakan Masyarakat untuk Minum Sapi

Sawah tempat keluarnya air asin bersatu minyak di Dusun Brayukulon, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto tidak dapat ditanami benar-benar. Tetapi di sisi lain, air asin ini memberikan faedah buat masyarakat ditempat. Untuk apa sajakah? Salah seorang yang manfaatkan ialah Samiadi (55), petani masyarakat domino99 Dusun Brayukulon. Pada musim kemarau, ia memakai air asin dari genangan ditengah-tengah tempat pertanian ini untuk memberikan minum sapi peliharaannya. Rupanya air asin terus keluar dari dalam tanah sepanjang musim kemarau.

“Air asin saya saring selanjutnya saya bawa serta pulang memakai jerigen. Saya campur dengan air tawar serta dedak, lalu saya minumkan ke sapi,” kata Samiadi waktu terlibat perbincangan dengan detikcom di tempat, Selasa (7/1/2020). Mata air asin disamping barat genangan ini keluarkan minyak yang beraroma seperti solar. Minyak berwarna cokelat ini tidak dapat terbakar waktu disulut korek api. Sesaat air asin di genangan tidak bau.

Samiadi menjelaskan, air asin ia pakai untuk memberikan minum sapi jadi alternatif garam. Tiap minggu sepanjang musim kemarau, ia ambil 2 jerigen air asin dari genangan ini. Tentu saja air asin yang ia mengambil tidak terkena minyak. “Tidak ada efek ke sapinya, masih sehat. Waktu kemarau umumnya saya kasih minum sapi saya 3x satu hari,” terangnya. Kepala Dusun Brayukulon Edy Purwanto membetulkan ada banyak masyarakatnya yang memakai air asin dari genangan untuk memberikan minum sapi. Air asin itu dipakai masyarakat waktu harga garam naik.

Baca juga : Berita Duka Ria Irawan Meninggal, Pernah Tak Ingin Dijenguk

“Dipakai jadi alternatif garam jika garam mahal untuk memberikan minum sapi. Sejauh ini sapinya tidak jadi masalah,” katanya. Pada jaman penjajahan Belanda sampai seputar tahun 1970, lanjut Edy, air asin dari sumber di persawahan Dusun Brayukulon diurus masyarakat ditempat untuk di jual ke pasar. Larutan hasil olahan air asin biasa disebutkan masyarakat dengan Kethek. Pada saat itu, Kethek banyak di jual ke Sidoarjo, Pasuruan serta Mojokerto.

“Kethek ini untuk kombinasi sayur, rasa-rasanya enak sekali. digunakan alternatif obat puli untuk bikin kerupuk,” tuturnya. Pemrosesan air asin jadi kethek saat itu lumayan sederhana. Air asin yang jernih di rebus sampai mendidih. Sesudah dingin, air dikemas memakai botol kaca yang banyak didapati pada saat kolonial Belanda. Semenjak banyak garam dapur, seputar tahun 1970an tidak ada masyarakat yang jualan kethek . Kemudian sumber air asin dibiarkan, tetapi air asinnya terus keluar,” pungkasnya.

Genangan ditengah-tengah persawahan Dusun Brayukulon ini keluarkan air asin. Rasa air di genangan ini masih asin walau terserang air hujan. Waktu wilayah di sekelilingnya kesusahan air, genangan ini masih keluarkan air asin. Sekalinya pada musim kemarau. Timbulnya air asin di persawahan Dusun Brayukulon termasuk unik sebab daerah ini benar-benar jauh dari laut. Ada seputar 10 titik mata air asin di sawah kampung ini. Anehnya , air asin tidak tampil di persawahan dusun yang lain.