Menteri Malaysia Perjuangkan Pendidikan Barisan Difabel

Pendidikan buat golongan penyandang cacat (difable) terus jadi perhatian pemerintah Malaysia. Menurut Menteri Pendidikan Malaysia, Dr Maszlee Bin Malik, pemerintah memang bertanggungjawab untuk menolong mereka agar tidak merasakan terpinggirkan serta jadi sisi dari misi serta visi pendidikan lengkap yang diusungnya sekarang. “Kita tidak dapat meremehkan barisan dengan potensi yang berlainan ini. Ini ialah tanggung jawab kita bersama dengan untuk pastikan mereka memperoleh peluang yang sama,” kata Maszlee waktu diwawancara dengan fam-online.org di Putrajaya, Malaysia, Jumat minggu kemarin.

Baca juga : Menteri Pendidikan Italia Mundur sebab Budget Kurang

Maszlee menjelaskan pendidikan buat barisan penyandang cacat tidak dapat disejajarkan dengan mereka yang normal. Tetapi, pemerintah Malaysia masih mengaplikasikan batas kriteria yang perlu dipenuhi. “Mereka pun tidak bisa dibedakan. Kita letakkan mereka pada sebuah ruang dengan pelajar lain yang normal agar mereka tidak merasakan tersingkir,” tutur Maszlee. Ini, kata Maszlee, diinginkan jadi langkah untuk melatih empati pelajar lain yang punya potensi yang normal pada mereka yang disebut penyandang cacat. Diluar itu, hal tersebut mempunyai tujuan untuk menumbuhkan solidaritas antara beberapa pelajar serta sama-sama terima ketidaksamaan.

Sertakan Industri

Pemerintah Malaysia coba merangkul golongan industri serta swasta untuk buka jalan buat barisan difabel untuk dapat berkarir. Karena, hal tersebut yang sejauh ini dipandang belum tersentuh.”Kami bertanggungjawab untuk dapat mengantar serta pastikan mereka untuk dapat berkarya atau menjaga diri kita serta orang lain,” kata Maszlee. Maszlee mengatakan beberapa perusahaan telah mulai buka diri dengan terima barisan difabel untuk berkarier di perusahaan mereka. Ia mengharap kerja sama itu dapat bersambung serta makin buka kesempatan buat golongan difabel kerja di instansi negara atau swasta.