Waduh! Demikian Gampangnya Beli Tembakau Gorila Lewat Sosmed

Unit Reserse Narkoba Polres Magelang tangkap lima terduga penyimpangan sabu-sabu serta tembakau gorila. Mereka akui memperoleh barang Rajapoker haram itu dengan gampang lewat sosial media. Beberapa terduga terjaring dalam Operasi Antik tahun 2019. Yaitu Revans Heriandi (35) masyarakat Pondok Aren, Tangerang Selatan, Dwi Zaqi alias Aan (36) masyarakat Kepil, Wonosobo, A Komaru Jaman (55) masyarakat Muntilan, Magelang, Bayu Pradityo Wicaksono (27) masyarakat Muntilan serta Kurniawan Dwi Mardani alias Kocok (24) masyarakat Muntilan, Magelang.

Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, menjelaskan jika ke lima terduga diamankan dalam Operasi Antik yang dikerjakan sepanjang 20 hari, semenjak tanggal 1-20 Agustus 2019. Dari tangan mereka, polisi amankan sabu-sabu seberat 5,52 gr serta tembakau gorila atau lher seberat 1,7 gr. “Sepanjang Operasi Antik sukses amankan lima orang aktor, tiga jadi pemakai sabu, seseorang pengedar sabu, dan seseorang pemakai tembakau gorila. Tempat pengungkapan serta penangkapan aktor berada di daerah Salam dan Muntilan,” kata Eko, waktu temu wartawan di Mapolres Magelang, Rabu (4/9/2019).

Berdasar info dari beberapa terduga, mereka beli sabu serta tembakau gorila lewat aplikasi Instagram serta WhatsApps yang selanjutnya pesanan dikirim melalui layanan paket. Ada pula satu terduga yang bertransaksi langsung dengan penjual. “Penjual ini masih kita buru serta sekarang telah DPO. Yang berbelanja online lewat Instagram, ia tidak bertemu langsung. Terus yang sabu beli lewat WhatsApp dengan aktor yang tidak mengenal,” katanya.

Baca juga : POLISI TILANG PENGENDARA BOCAH DIBAWAH UMUR DI BIREUEN ACEH

“Dari ke lima ini statusnya bukan residivis, semua pemakai baru. Berarti peredaran narkoba di Kabupaten Magelang sekarang telah mencemaskan sebab pelebaran sebarannya banyak beberapa pemakai baru, tidak cuma residivis, tetapi beberapa pemakai baru,” tuturnya. Selain itu terduga Kurniawan akui memperoleh tembakau gorila dari Instagram. Awalannya dia menulis tembakau gorila di penelusuran.

“Saya di penelusuran tembakau gorila. Saya pilih di account itu sebab postingannya paling ramai,” akunya. “Saya ketahui (tembakau gorila) dari di sosmed, terus dari penayangan tv papar masalah,” paparnya. Sekarang ke lima terduga masih juga dalam proses penyelidikan. Untuk pemakai, polisi menangkap dengan Masalah 112 UU No 35 tahun 2009 mengenai Narkotika, intimidasi hukuman minimum 4 tahun penjara serta optimal 12 tahun dengan denda Rp 8 miliar.

Sedang untuk pengedar dijaring dengan Masalah 114 UU No 35 tahun 2009 dengan intimidasi hukuman minimum 5 tahun serta optimal 20 tahun dengan denda Rp 10 miliar. Mengenai keseluruhan masalah narkoba yang disibak Polres Magelang semenjak Januari sampai saat ini sekitar 31 masalah dengan 38 terduga yang didominasi masalah sabu.